Dua Kelompok di Sumsel Saling Serang Pakai Senpi Rakitan dan Kapak

Dua Kelompok di Sumsel Saling Serang Pakai Senpi Rakitan dan Kapak

Agen Poker Online Terpercaya
Agen Poker OnlineAgen Poker Online AsiaAgen Judi Poker 2017Agen Poker Online Terpercaya Di IndonesiaMainDuluPoker.com, Poker Online, Poker Online Asia, Poker Online Terpercaya, Poker Online Terpercaya Di Indonesia, Situs Poker Online, Situs Poker Online Asia, Situs Poker Online Terpercaya, Situs Poker Online Terpercaya Di Indonesia, Tempat Spesial Poker Online – 
Dua kelompok masyarakat di Banyuasin, Sumatera Selatan baku tembak dan saling tebas menggunakan kapak. Akibatnya, satu orang terluka dan dua orang mengalami luka tembak.

Dari data yang dihimpun TrikBermainPoker.com, kejadian bermula saat kedua tersangka Golok alias Asriyadi dan Anton alias Ujang bersama beberapa anggota kelompoknya diduga ingin meminta gaji yang belum dibayar dua bulan sebelum mereka diberhentikan sebagai Pamswakarsa PT Titan.

Karena tidak mendapat kejelasan, kedua kelompok terlibat keributan dan adu mulut. Kemudian, tersangka Golok marah dan menebas petugas pengamanan yang saat itu sedang bertugas menggunakan kampak.

“Kedua tersangka ini kita amankan karena melakukan penyerangan terhadap petugas Pamswakarsa (Petugas Pengamanan) PT Titan di Banyuasin. Dimana pelaku melakukan penyerangan dengan alasan pernah bekerja di sana (PT Titan) tetapi telah diberhentikan dan tidak dibayar gajinya 2 bulan lagi, akhirnya ribut dan menebas petugas pengamanan,” Ujar Kasubdit III Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumsel AKBP Erlintang Jaya di Palembang, Sabtu (29/7/2017) malam.

Ditambahkan Erlin, usai tersangka Golok melukai petugas Pamswakarsa, sontak petugas lain ikut membalas hingga terjadi aksi saling tembak antara Petugas Pamswakarsa dengan kelompok Golok menggunakan senjata api rakitan jenis Revolver dan FN yang menyebabkan Golok tertembak di bagian perut dan Anton terluka.

Mendapat informasi tersebut, Tim Rimau bersama Polres Banyuasin langsung melakukan pengembangan dan berhasil menangkap pelaku yang akan berobat secara diam-diam di kota Palembang. Selain kedua tersangka, Polisi juga mengamankan 5 pucuk senjata api rakitan yang digunakan saat kejadian.

“Karena temanya sudah ditebas oleh para tersangka, jadi teman lain yang ada di lokasi ikut membalas menggunakan senjata api rakitan jenis Revolver dan FN dan terjadi aksi saling tembak di lokasi. Dua tersangka berikut barang bukti 5 pucuk senjata api rakitan ini kita amankan sudah dalam kondisi luka tembak dan bacok,” Sambung Erlin.

Sementara itu, Polisi saat ini sedang melakukan pengejaran terhadap pelaku lain, termasuk petugas Pamswakarsa terkait kepemilikan senjata api rakitan. Sedangkan untuk tersangka yang telah diamankan, saat ini sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit Muhammad Hoesin (RSMH) Palembang.

Tersangka Mengaku Kesal

Golok sendiri mengaku melakukan kekerasan tersebut karena kesal gaji yang seharusnya didapatkan tak dibayar oleh PT Titan.

Menurut Golok, dirinya nekat mendatangi kepala pengamanan untuk meminta gaji yang dua bulan terakhir. Karena tidak ada kejelasan, dirinya bersama tiga rekannya adu mulut dengan kepala pengamanan dan petugas yang ada di lokasi.

“Kami diberhentikan dari petugas keamanan disana (PT Titan) dan diganti sama yang baru. Karena gaji dua bulan tidak dibayar, jadi kami berempat mendatangi kepala pengamanan dan meminta hak kami,” ujar Golok kepada wartawan saat menjalani perawatan di RSMH Palembang, Sabtu (29/7).

Ditambahkan Golok, karena tidak dibayar, akhirnya dia dan rekannya nekat membacok salah satu petugas Pamswakarsa dan dibalas dengan baku tembak, karena saat itu rekannya juga membawa senjata api rakitan.

“Iya karena kesal dan darah preman aku kan masih ada. Jadi aku langsung tebas pakai kapak, rupanya teman aku ada yang bawa senjata api dan mereka juga bawa. Jadi tembak-tembakan, sampai aku ditembak dan kena di perut,” kata Golok.

Usai baku tembak dan saling tebas, dirinya bersama tiga temannya langsung melarikan diri hingga akhirnya tertangkap oleh Polisi saat sedang berobat di salah satu klinik di Palembang. Namun, saat ini dirinya tidak mengetahui di mana kedua temannya yang lain.

“Aku sama Anton ketangkap pas berobat di klinik, tapi teman yang duanya lagi nggak tahu kemana. Karena setelah kejadian kami langsung terpencar-pencar menyelamatkan diri dan aku sudah dalam kondisi tertembak,” katanya.

Sementara itu, Kasubdit III Jatanras Polda Sumsel AKBP Erlintang Jaya mengatakan, pelaku ditangkap atas kasus penyerangan terhadap petugas Pamsswakarsa hingga terjadi aksi baku tembak dan saling tebas.

“Awalnya Golok ini marah karena alasan gajinya tidak dibayar, jadi salah satu petugas Pamswakarsa itu ditebas. Setelah berkoordinasi dengan Polres Banyuasin, tersangka kita tangkap saat akan berobat di Palembang,” katanya.

Selain kedua tersangka, Polisi turut mengamankan 5 pucuk senpira dan melakukan pengejaran terhadap pelaku lain. Serta petugas Pamswakarsa atas kepemilikan senjata api rakitan.

Related posts

Leave a Comment